15 Cara Stimulasi Agar Bayi Lebih Cerdas

Menurut para ahli perkembangan anak usia dini, tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan waktu yang sangat penting untuk belajar. Di bawah ini adalah beberapa kegiatan seru, sekaligus ilmiah yang dapat kamu coba bersama si kecil!
 
1. Lakukan kontak mata
 
Manfaatkan waktu sesingkat apa pun saat bayi yang baru lahir sedang membuka mata, untuk menatap dalam-dalam kedua matanya. Sejak dini, bayi sudah dapat mengenali wajah, dan tentu saja, wajah kamu yang paling penting ia kenali. Setiap kali ia memandangmu, ia membangun ingatannya akan dirimu.
 
2. Julurkan lidah
 
Banyak studi menunjukkan bahwa sejak berumur dua hari sekali pun, bayi dapat menirukan ekspresi wajah yang sederhana. Ini merupakan tanda awal ia mampu menjawab tantangan dan menyelesaikan suatu masalah.
 
3. Menikmati cerminan dirinya
 
Biarkan ia menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Awalnya, ia akan berpikir sedang melihat bayi lain yang lucu, dan tentu saja, ia suka sekali membuat ‘bayi’ itu melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya.
 
4. Kenalkan perbedaan
 
Tunjukkan dua gambar sejauh 20-30cm dari wajah bayimu. Kedua gambar itu serupa, tetapi tak sama (misalnya, ada pohon di satu gambar, tetapi tidak ada di gambar yang lain). Di usia dini sekali pun, bayi akan berusaha mengenali kedua gambar itu, kemudian menemukan perbedaannya. Hal itu merupakan langkah awal ia belajar mengenali huruf dan membaca.
 
5. Ajak ia berbincang
 
Kamu mungkin menganggap bahwa mengoceh di depan bayi itu sia-sia. Ia hanya akan memandangimu, ketika kamu berhenti sejenak selama beberapa kali, untuk ‘memberi kesempatan’ ia ‘berbicara’. Tetapi lama-kelamaan, ia akan bisa menangkap ritme pembicaraan, dan mulai berusaha mengisi kekosongan itu dengan ocehan atau celotehan, kok.
 
6. Ikut ber-cooing
 
Ingatan bayi dapat merespon saat kamu mengeluarkan ekspresi lucu dan suara konyol yang mengajaknya bercanda.
 
7. Nyanyikan lagu untuknya
 
Pelajari sebanyak mungkin lagu anak, atau nyanyikan saja lagu ciptaan Anda sendiri. Misalnya, lagu Balonku, Anda ganti liriknya menjadi: “Saatnya kita mandi… Mandi bersama Mama… dst.” Penelitian membuktikan, mendengarkan musik berkaitan erat dengan kecerdasan matematika.
 
8. Ajarkan sebab akibat
 
Saat kamu mengatakan, “Mama akan matikan lampu, ya, Nak,” sebelum menekan tombol lampu, maka Anda sedang mengajarkan hubungan sebab dan akibat kepada bayimu.
 
9. Gelitiki telapak kakinya
 
Tak hanya telapak kaki, melainkan seluruh tubuhnya. Jika ia tertawa, itu merupakan langkah awal ia membangun rasa humor. Atau, ajak ia bermain apa saja, dan di akhir permainan, hujani ia dengan gelitikanmu. Dengan cara ini, kamu mengajarkan ia langkah antisipasi terhadap sesuatu.
 
10. Buat ekspresi wajah kocak.
 
Dekatkan wajahmu kepada si kecil, dan biarkan ia menyentuh telingamu. Saat ia menarik telinga, julurkan lidah, atau, ketika ia menepuk kepalamu, keluarkan suara yang lucu. Lakukan secara rutin sebanyak tiga atau empat kali, lantas modifikasi ekspresimu, agar ia menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
 
11. Bertingkah konyol
 
Saat menunjukkan foto Om Lucky, kamu mengatakan, “Ini Mama.” Kemudian, beri tahu si kecil bahwa Anda bercanda, sambil menertawakan hal itu, untuk membangun selera humornya.
 
12. Berikan ASI, jika memungkinkan
 
Dan kalau bisa, selama mungkin. Ada fakta yang menyebutkan, anak usia sekolah yang pada masa kecilnya diberikan ASI, memiliki IQ yang lebih tinggi. Tak hanya itu, saat menyusui merupakan waktu yang tepat untuk membangun bonding dengan bayimu, apalagi jika kamu melakukannya sambil menyanyikan lagu, mengajak ia bercakap-cakap, atau sekadar membelai rambutnya dengan lembut.
 
13. Manfaatkan saat mengganti popok
 
Gunakan untuk mengenalkan si kecil bagian tubuhnya, atau bagian pakaian.
 
14. Matikan TV
 
Otak bayi perlu distimulasi dengan interaksi tatap muka, dan hal itu tidak mungkin dilakukan oleh acara TV, meski acara itu bersifat edukatif sekalipun.
 
15. Berikan waktu istirahat
 
Luangkan waktu beberapa menit per hari hanya untuk membiarkan bayi Anda di lantai bersama Anda, tanpa melakukan apa-apa, tanpa musik dan mainan. Biarkan saja ia bereksplorasi sendiri.
 
sumber artikel: parenting.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *