Mengenal Jenis-Jenis Car Seat

Bagi sebagian orangtua, memangku bayi atau balita di mobil saat berpergian, seringkali menjadi pilihan karena si kecil akan lebih aman dan nyaman dalam pelukan Anda. Namun, bagaimana jika berpergian dengan bayi atau balita tanpa ditemani orang lain? Nah disinilah car seat akan sangat berfungsi untuk menjaga si kecil tetap aman selama Anda berkendara.

Car seat atau kursi mobil saat ini tersedia dalam berbagai model dipasaran. Namun dalam memilih car seat yang tepat untuk sang buah hati, akan bergantung pada ukuran atau usia anak. Misalnya pada bayi, tentunya akan memerlukan infant car seat atau combination seat (car seat yang dapat digunakan anak 0 tahun – 4 tahun), sementara anak yang lebih tua mungkin akan lebih memerlukan jenis booster yang berfungsi sebagai penguat kursi. Hal ini dibutuhkan agar anak-anak dapat tetap duduk dengan nyaman di kursi mobil yang di desain untuk orang dewasa.

Nah mari kita bahas satu per-satu jenis-jenis car seat tersebut.

1. Infant Car Seat (car seat bayi):
Digunakan untuk bayi yang baru lahir hingga berat maksimal 10 kg. Posisinya menghadap ke belakang dan setiap bayi yang beratnya di bawah 10 kilogram serta usianya belum satu tahun posisi car seat harus selalu menghadap belakang. Hal ini dilakukan agar lebih aman untuk tulang-tulang bayi yang belum kuat. Karena mungkin saja kendaraan harus mengerem mendadak.

Car seat model ini sangat cocok untuk para bayi, karena keranjangnya bisa dengan mudah dilepas dari alasnya dan dibawa ke mana-mana. Bayi juga bisa tidur dengan nyaman di keranjangnya dimanapun ia berada. Di mobil, rumah, tempat makan, bahkan bisa juga dipasang di stroller.

2. Combination Car Seat
Bentuknya seperti kursi pengemudi kendaraan namun dalam ukuran kecil, lalu terdapat penyangga berupa sayap di kiri-kanannya. Kursi ini disebut combination karena dapat menghadap depan dan belakang. Menghadap belakang untuk bayi yang beratnya tidak mencapai 10 kilogram dan berusia di bawah satu tahun, sedangkan menghadap ke depan untuk bayi yang beratnya di atas 10 kilogram tetapi tidak mencapai 20 kilogram dan usianya sudah genap satu tahun.

Umumya, car seat model ini bisa direbahkan (recline) sehingga dapat membuat tidur bayi lebih nyaman. Car seat jenis ini memiliki keuntungan pemakaian yang lebih lama karena batas berat badan bayi yang cukup luas dan bisa dipakai oleh newborn baby sampai ia berusia 4 tahun.

3. Booster
Car seat jenis ini dipakai oleh anak-anak yang lebih besar. Booster diperlukan karena umumnya anak belum cukup tinggi untuk menggunakan seatbelt. Tanpa booster, tali seatbelt akan jatuh di atas dada anak-mungkin juga di leher dan ini akan membahayakan mereka. Car seat jenis ini biasanya diperuntukkan bagi anak-anak yang beratnya lebih dari 15 kilogram.

Jika sebelumnya anak memakai car seat bayi yang berbentuk keranjang, bisa juga dilanjutkan dengan memakai car seat booster yang memiliki tambahan tali pengencang (tidak hanya mengandalkan seatbelt mobil). Car seat jenis ini memiliki umur pakai yang cukup panjang. Dari anak yang beratnya 10 kilogram hingga tinggi badan yang cukup dapat memakai seatbelt tanpa bantuan penyangga.

Nah sudah tahu kan jenis-jenis car seat yang ada. Yuk pilih car seat yang tepat sesuai usia dan berat badan si kecil agar ia lebih aman dan nyaman saat berkendara. Agar lebih hemat, sewa aja car seat di Sevva. Ada banyak pilihannya lho!

Yuk cek di link ini untuk menyewa car seat http://sevva.co/in…/product-category/baby-and-kids/car-seat/

Butuh barang? Sevva Aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *